Merasa Tidak Dihargai, Legislator Partai Pengusung Khawatir Harmonisasi DPRD dan Bupati Bulukumba Bisa Retak

BULUKUMBA, BERANDA.NEWS- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pembongkaran pembatas jalan atau median jalan yang merupakan salah satu aset Pemerintah Daerah (PEMDA) Bulukumba yang terletak di jalan Samratulangi itu.

Dalam RDP itu, Pimpinan DPRD Bulukumba mengundang seluruh pimpinan Komisi,Sekda, Dishub, Bidang Aset BPKD dan Dinas Lingkungan Hidup, yang digelar di ruang rapat paripurna lama. Selasa,19/4/2021.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Bulukumba H. Rijal, S.Sos mengatakan dirinya menyayangkan pembongkaran median jalan tanpa sepengetahuan dan penyampaian kepada DPRD.

“Kami disini tidak dihargai, pemda mengambil tindakan tanpa ada sepengetahuan DPRD”, Cetus H. Rijal

Menurut H. Rijal, seharusnya dinas terkait kalau ingin membongkar, lebih baik zona merah di jalanjang yang sudah banyak memakan korban, namun tidak ditindak lanjuti laporan warga.

“Ini seorang pengusaha yang menyurat untuk meminta median jalan di bongkar langsung di kerja, sementara yang dijalanjang tidak ditindaki permintaan warga”, gurau Rijal.

Bahkan atas kejadian tersebut, Rijal mengaku kebingungan terkait siapa yang bisa pihaknya percaya.

“Siapa yang bisa kita percaya ini, pak Bupati di telfon sama pak Bakti malah beliau mengaku bahwa dirinya tidak tahu soal pembongkaran median tersebut”, cetusnya.

Saat dimintai kesempatan bicara, Kapala Dinas Perhubungan menyampaikan bahwa Surat PT. Rahmat masuk ke Pemda pada tanggal 29 maret lalu, dan disposisi oleh Bupati.

“Disini suratnya PT. Rahmat di disposisi oleh pak Bupati, bunyi disposisinya itu Bupati meminta untuk ditindak lanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku”, jelasnya.

Sementara Andi Ahyar yang merupakan Legistlator partai PKS dari dapil Gantarang Kindang juga mengambil kesempatan berbicara, dirinya megatakan bahwa pak Bupati sudah tidak menghargai DPRD, dan ini bisa menjadi salah satu faktor tidak harmonisnya antara Bupati dan DPRD

“Kalau begini pak Bupati, bisa jadi tidak akan harmonis antara DPRD dan Pemda”, kesal Andi Ahyar yang merupakan kader dari salah satu partai pengusung Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba dengan tagline Dikerja Bukan Dicerita itu.

Hal serupa juga di utarakan oleh Bakti dari Fraksi Partai Gerindra, dia menyampaikan bahwa bapak Bupati Bulukumba tidak menghargai 40 Anggota DPRD Bulukumba.

” Saya telfon Pak Bupati dan menyampaikan bahwa beliau tidak menghargai kami 40 anggota DPRD”, endus Bakti

Bakti melanjutkan bahwa selaku salah satu kader partai pengusung, dirinya mengaku bahwa Bupati tidak menghargai kader partai pengusungnya.

Terkait dengan alasan pihak DPRD merasa tidak dihargai oleh Pemda, Fahidin HDK mengatakan bahwa soal pembongkaran median jalan yang ada di depan SPBU Ratulangi itu, pemda tidak menyampaikan ke DPRD.

“Soal dibongkarnya itu median, pemda tidak sampaikan ke kami”, sesal Fahidin.

Fahidin juga meminta penjelasan Sekda dan Bidang Aset terkait adanya pembongkaran median jalan.

“Ini bulan puasa, jadi jangan kita berbohong soal alur persuratan”, tegas Fahidin saat membantah pernyataan Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).

Berbeda dengan Andi Zulkarnaain Pangki, legistltor Partai Amanat Nasional (PAN) mengecam pelaku pembongkaran median jalan di depan SPBU Jln. Samratulangi.

“40 Anggota DPRD Bulukumba mengecam pelaku pembongkaran median jalan, jika di RDP ini tidak ada yang mengaku siapa yang membongkarnya. Nanti kita turun langsung ke lokasi kecam pelakunya”, cetus Andi Zulkarnain. (Fdl)