HUKRIM  

Diduga Terlibat Narkoba, Oknum polisi Aktif Bulukumba diamankan.

BULUKUMBA, BERANDA.News- Seorang oknum polisi aktif diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Bulukumba karna diduga terlibat penyalagunaan narkoba.

Oknum polisi yang berinisial An berpangkat Aipda diketahui bertugas di Polsek Bontobahari, itu diamankan Pada hari Kamis tanggal 7 Januari 2021 jam 07.00. dikediamannya di Pasaraya Baru Kelurahan Sapolohe.

Informasi yang dihimpun media ini, Aipda An diamankan melalui hasil pengembangan polisi.

Dimana sebelumnya, Polisi telah amankan dua orang perempuan berinisial Cd dan Yl karena tertangkap tangan menguasai 1 sascet narkotika jenis Shabu. di Dusun Tanetang Desa Bira Kecamatan Bontobahari

Dimana Menurut mereka barang tersebut di peroleh dari Lelaki berinisial Ah. Setelah itu Unit Narkoba langsung mengamankan Lelaki tersebut dan berhasil mendapatkan barang bukti 7 sachet Narkotika jenis shabu.

Dari keterangan “Ah” barang tersebut milik Lelaki Berinisial AR. Setelah itu Unit Narkoba mengamankan AR dengan barang bukti 2 Sachet jenis Sabu.

Saat diamankan, AR mengaku Mendapatkan 2 sachet barang tersebut dari Oknum Polisi Aipda As, menurut pengakuannya, dia diberikan pada hari Selasa tanggal 5 Januari 2021 setelah magrib di pinggir jalan di Dusun Tanetang Desa Bira.

Dari pengakuan AR, Unit Narkoba yang dipimpin langsung Kasat Narkoba AKP Hambali didampingi Propam Polres Bulukumba mendatangi rumah Aipda An di Lingkungan Pasaraya Baru Kel. Sapolohe untuk diamankan ke Polres Bulukumba demi pemerikasaan lebih lanjut.

Sementara itu kasat Satuan Reserse Narkoba AKP Hambali yang coba di konfirmasi melalui telpon seluler oleh awak media tidak dijawab.

Namun, pernyataan Kasat Resnarkoba Polres Bulukumba AKP Hambali Makka, seperti yang diberitakan Radar Selatan.com membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan 4 orang terduga pelaku.

“Betul kita amankan 4 orang, dua laki-laki dan 2 perempuan. Salah satu dari mereka ini yang menunjuk Aipda A,” ungkap Hambali.

Terkait keterlibatan Aipda A, menurut Hambali pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Belum bisa kami berkomentar, masih sementara dilidik,” kuncinya.