IPAL  Puskesmas Bontonyeleng Tak Berfungsi, Limbah Medis di Buang Kemana?

Bulukumba, Beranda, News– Limbah medis adalah sisa-sisa produk baik itu biologis maupun non biologis yang dihasilkan oleh rumah sakit, klinik, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Limbah medis bisa berupa darah, cairan tubuh, maupun alat-alat yang sudah terkontaminasi seperti jarum suntik, kain kasa, selang infus, dan lain-lain.

Jika tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber kontaminasi dan penyakit

Seperti halnya yang terjadi di puskesmas Bontonyeleng, kecamatan Gantarang, Bulukumba.

Menurut informasi yang di himpun media ini, IPAL PKM Bontonyeleng sudah lama tidak berfungsi,

“Lama mi itu tidak berfungsi IPAL, Karena Petugas Operator yang sudah mengikuti pelatihan di berhentikan. Jadi tidak ada mi yang bisa fungsikan Itu mesin IPAL. Kita lihat mi kolam pembuangan kelihatan kering, sudah lama tidak kenanair.Kata salah satu warga yang enggan disebut Namanya.

Bahkan, kata dia, voucher listrik mesin IPAL tidak pernah di isi “Bagaiman mau jalan itu mesin Ipalnya kalau voucher listriknya saja tidak pernah di isi. Sedangkan listrik yang jalankan itu mesin, Tutunya

Sedangkan pengakuan Mantang petugas Operator IPAL kepada media ini, ia mengaku selama dia masih aktif pada tahun 2020, mesin IPAL PKM bonyel itu masih bagus, tapi setelah dia keluar mesin IPAL itu tidak pernah berfungsi lagi, bahkan kata dia gajinya beberapa bulan tidak terbayarkan.

Diapun menyampaikan, mesin IPAL itu tidak bisa dijalankan oleh orang lain kalau belum ikut pelatihan.

Kepala puskesmas Bontonyeleng, dr Donna Marissa yang dikonfirmasi, menapik terkait IPAL KPM Bontonyeleng tidak berfungsi

“Sejak saya bertugas ada pergantian petugas IPAL dan menurut petugas sekarang berfungsi, proses pengumpulan dan pengolahan limbah di tabung, jadi sementara belum ada proses pembuangan ke saluran pembuangan. Imbuhnya

Bahkan kata dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak dinas kesehatan meminta supervisi

“Saya juga sudah koordinasi ke dinkes untuk permintaan secara lisan untuk supervisi, insya Allah segera pihak dinkes berkunjung juga untuk pengecekan.Katanya