Pemerintah Tutup Mata Jeritan Petani Rumput Laut, Aksi Jadi Perlawanan Warga Tutup Air Limbah Tambak

Bulukumba, Beranda.News– Puluhan Petani Rumput laut gelar aksi di depan perusahaan PT.Gosyen Global Aquaculture ( Tambak udang) di kelurahan Jalanjang, kecamatan Gantarang, Bulukumba, Sabtu, 26 Februari 2022

Aksi Mereka (Warga) menutup saluran air limbah tambak udang dari perusahaan menggunakan karung berisi pasir, selain itu mereka berorasi di depan gerbang perusahaan Tambak Udang

Hal itu dilakukan warga sekitar karena keluhannya selama ini terkait air limbah tidak di perhatikan pihak perusahaan dan pemerintah kabupaten Bulukumba

Padahal, akibat dari air limbah tersebut sangat merusak pertumbuhan rumput laut petani dan parahnya lagi para petani gagal panen karena kerusakan rumput laut sebelum usia panen

Sambara salah satu warga petani rumput laut mengaku dirinya selalu gagal panen rumput laut akibat air limbah tambak

“Hampir tiap tahun kami mengalami gagal panen Rumput laut, Untuk 1 tahun terakhir ini yang parah, karena masih muda usia rumput laut sudah masak, jadi apa yang mau di panen, Ucapnya

Apalagi menurutnya, jika keadaan ini terus menerus di biarkan, air limbah mengalir, bukan hanya rumput laut yang akan rusak tapi air laut juga kotor.

Tambahnya, dengan keadaan petani rumput laut saat ini, kata dia, benar benar menjerit, bahan bahan pokok naik sedangkan hasil dari rumput laut tidak ada.

Pemerintah juga hanya cuek melihat keadaan kami, dimana sudah berapa kali kami suarakan kepada pemerintah tapi tidak ada tindak lanjutnya

Sementara itu, Koordinator Produksi PT. Gosyen Global Aqua Culture yang ditemui di lokasi yang sama, dia mengaku bahwa limbah yang dihasilkan oleh tambaknya itu sudah diolah melalui Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) yang berizin.

“Sebelum dibuang keluar itu limbah, diolah dulu melalui mesin Ipal dan diberikan kapur kohor Jadi sudah tidak berbahaya,” ucap Untung Budiono.

Bahkan kolam pembuangan air limbah disini ada 10 tempat penyaring sebelum air limbah keluar, masing-masing kolam kedalamnya 4000 meter dan ada prosesnya sebelum air limbah tersebut dilempar keluar.

“Kedepannya kami akan kembali melakukan pengujian terhadap air limbah kami, itu untuk membuktikan bahwa limbah kami tidak melampaui mutu ambang batas air laut,” tambahnya. Jelasnya

 

 

Loading