Kades Bontonyeleng Gunakan DDS 20% Pengadaan Bibit Jangka Pendek Untuk Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pasca Pandemi

Bulukumba, Beranda. News, Kepala Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Bulukumba, A.Baso Mauragawali manfaatkan dana desa 20 persen pengadaan bibit tanaman jangka pendek untuk pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi

Anggaran 20 % dari dana desa itu untuk program ketahanan pangan dan hewani sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2021

Menurut Opu Sapaanya, memilih pengadaan bibit tanaman jangka pendek, jenis tanaman palawija jagung dan kacang untuk program ketahanan pangan di desanya, ia berpendapat tanaman tersebut yang tepat untuk pemulihan ekonomi masyarakat pasca Pandemi.

” Anggaran 20% persen untuk ketahanan pangan saya gunakan untuk pengadaan bibit jagung dan kacang, itu bantuan untuk dibagi bagi kepada petani” Sebelumnya saya telah umumkan kepada masyarakat musim tanam kali ini menanam jagung dan kacang, Ungkap Opu Rabu 1 Juni 2022

Mantang Anggota Dewan ini, mengaku memilih tanaman jangka pendek jagung dan kacang karena hitungannya jelas dan waktu panennya singkat, ia menyebut pengadaan bibit dari anggaran dana Desa 20 persen dapat bibit kacang 2,5 ton untuk 25 HA dan jagung 200 Kg untuk 10 HA

Hitungannya, Total bibit kacang 2.552 Kilo gram atau 2,5 Ton dengan luas area 25 HA dengan proyeksi hasil panen 4 Ton/HA sehingga hitungannya 25×4=100 TON × 35 juta = 3,5 Milyar.

Sedangkan jagung, 200 kg dengan luas 10 HA bisa mencapai hasil 300 Juta. ini baru satu kali panen, uang masuk di Bontonyeleng sebesar=3.8 Milliar, kalau ini tercapai, artinya ada nilai tambah masyarakat

Tambah Opu, Program pemerintah pusat harus dipahami dan terjemahkan baik baik oleh pemerintah Desa, untuk asas manfaat bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Bukan asal buat program

Misalnya, Program ketahanan pangan dari dana desa 20 persen itu digunakan pengadaan bibit jangka panjang, Kapan perputaran ekonomi terjadi, Sedangkan masyarakat saat ini butuh perbaikan Ekonomi dimasa pasca pandemi

“Kita ini mau perputaran ekonomi cepat ditengah masyarakat, pasca Pandemi ini semua orang susah, jadi kalau anggaran bantuan digunakan membeli bibit jangka panjang kapan masyarakat panen dan mendapat hasil, padahal saat ini kita harus pikirkan perekonomian masyarakat cepat stabil. cetus Opu Sentil Desa yang anggarkan dana desa 20 persen pengadaan Bibit jangka Panjang.