HUKRIM  

Warga Herlang Jadi Korban Pengeroyokan Brutal, Keluarga Minta Polsek Bontotiro Tegas

Bulukumba, Beranda.News-Seorang pemuda berusia 29 tahun bernama Andi, warga Turungan Beru Kecamatan Herlang, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh 8 pria dalam keadaan mabuk.

Kejadian tersebut terjadi saat Andi pulang dari tempat kerjanya dan melewati Desa Dwitiro menuju Kampung Turungan Beru. Saat melintas, Tanpa alasan yang jelas, kelompok orang tersebut langsung mengeroyok Andi dengan menggunakan batu dan kayu balok, kejadian pada Rabu 16 Agustus 2024 Kemarin

Diketahui bahwa sebelumnya pelaku telah terlibat pertikaian dengan pemuda dari Desa Bontotiro, yang sebenarnya merupakan target mereka. Namun, karena tidak menemukan pemuda tersebut, mereka menemui Andi dan pengeroyokan pun terjadi.

Bahkan, Pelaku tidak mengetahui jika korban adalah satu kampungnya

Akibat serangan tersebut, Andi mengalami luka parah dengan wajah yang hancur, kepala pecah, dan rahang lepas.

Andi saat ini sedang menjalani perawatan di unit perawatan intensif (ICU) dan baru baru saja telah dioperasi di Rumah Sakit Umum Sultan daeng Radja Bulukumba. Kondisinya sangat memprihatinkan akibat luka-luka yang dideritanya.

Keluarga Andi sangat marah terhadap para pelaku yang melakukan tindakan kejam tersebut. Bahkan mengecam tindakan para pelaku dan meminta agar pihak kepolisian memberikan hukuman setimpal atas perbuatan tidak manusiawi tersebut.

“Saya kakak Korban minta pihak kepolisian menghukum seberat beratnya para pelaku yang bertingkah tidak manusiawi, orang tidak ada salahnya di pukuli hingga separah itu, sedikit nyawa adik saya melayang, Ucap Eti Irahayu, Kakak Korban, lewat WhatsApp, Kamis 17 Agustus 2024

Meskipun pelaku awalnya tidak mengakui perbuatannya, setelah diamankan pihak Polsek herlang baru mengaku dan saat ini di pindahkan ke Polsek Bontotiro karna kejadiannya di wilayah hukum Polsek Bontotiro

Eti Rahayu Kakak korban belum puas dan berharap kasus ini akan diteruskan ke pengadilan, agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal

Karena Sangat dikesalkannya, video pelaku dalam sel beredar dengan santainya dan tidak merasa bersalah sama sekali dalam video tersebut

Karna kekesalan itu , dia mengaku tidak ingin damai, tetapi menginginkan keadilan yang seberat mungkin untuk para pelaku, karena nyaris merenggut nyawa adiknya.

“tidak ada kata damai, saya ingin pelaku diberi hukuman yang seberat beratnya, karna pelaku nyaris membuat adik saya hampir tak bernyawa, saat ini kondisi adik saya sangat parah, semalam telah dilakukan operasi rahang dan rencana akan dioperasi kembali untuk diberi alat agar bisa kembali mengunyah makanan dengan normal. Ungkapnya

Wakil Ketua KNPI Bulukumba, Ebit, juga mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para pelaku. Ia menekankan pentingnya penanganan serius dari pihak kepolisian untuk mencegah terulangnya kejadian serupa

“Sangat disayangkan penganiayaan begitu terjadi, ini tidak bisa dibiarkan, pihak polisi harus bertindak tegas, agar tidak terjadi lagi kejadian serupa, kalau bisa Kapolres Bulukumba memberikan atensi pihak Polsek Bontotiro yang menangani kasus ini. Ujarnya

Ebit pun berharap kasus ini agar ditangani dengan baik dan adil oleh pihak berwenang, karena dirinya siap untuk mengawal proses hukum demi keadilan korban

“Saya ingin pihak polisi terkhusus Polsek Bontotiro yang menangani kasus ini agar serius menanganinya, Harap Ebit