HUKRIM  

Tak Puas Pelayanan Polsek Kindang, Keluarga Korban Penganiayaan Sadis Lapor ke Polres Bulukumba

Video pengeroyokan

Bulukumba, Beranda.News– Keluarga korban pengeroyokan dan penganiayaan bersama-sama secara sadis, yang menjadi viral di media sosial, resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bulukumba, Karna tidak puas dengan pelayanan Polsek Kindang, pada Minggu, 17 Maret 2024.

Kejadian Pengeroyokan itu terjadi di pasar tradisional Kelurahan Borongrappoa pada Kamis, 14 Maret 2023 waktu lalu. Korban, yang bernama Rezky, berusia 18 tahun dan merupakan warga Desa Kindang, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba.

Sedangkan pelaku yang dilaporkan berjumlah 4 orang dan berasal dari Kelurahan Borongrappoa, Kecamatan Kindang.

Orang tua korban, Alimin, mengatakan bahwa mereka melaporkan langsung pelaku ke polres karena dianggap pihak Polsek Kindang hanya ingin melakukan mediasi, padahal perbuatan pelaku sangat sadis.

“Sebenarnya kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Kindang, tetapi pihak penyidik Kapolsek Kindang waktu itu menyarankan untuk mediasi. Namun, pada saat itu belum ada titik temu. Ketika saya melihat video kejadian tersebut viral di Facebook, kami sangat geram. Ini tidak bisa lagi diselesaikan secara damai karena cara pelaku tersebut sangat sadis saat memukul anak saya, jadi saya langsung melaporkan ke Polres,” ungkap Alimin kepada media pada Minggu, 17 Maret 2024.

Ia pun menyayangkan pihak Polsek Kindang yang hanya ingin menyelesaikan laporan secara mediasi tanpa melakukan penyidikan lebih lanjut

“Kami pihak keluarga kecewa dengan pihak Polsek Kindang. Laporan penganiayaan yang kami laporkan hanya ingin diselesaikan secara berdamai atau kekeluargaan, juga tidak mengarahkan kami untuk melakukan visum. Saya sebagai warga yang tidak paham tentu mengikuti saja, namun beruntung ada keluarga yang paham hukum untuk melanjutkan kasus ini, karena kelakuan pelaku sangat diluar batas kewajaran,” katanya.

Alimin berharap agar para pelaku segera ditangkap untuk mencegah terulangnya kejadian yang tidak diinginkan.

“Kami tidak bisa menerima jika anak kami dianiaya seperti itu. Mana ada orang tua yang tidak merasa sakit hati melihat anaknya dipukuli, ditendang, dan diinjak-injak. Ini tidak bisa jalur mediasi lagi,” katanya.

Sebelumnya, Dimana Dalam video berdurasi 30 detik,viral dimedia sosial, terlihat jelas seorang remaja yang mengenakan baju hitam dan celana pendek hitam sedang dianiaya oleh beberapa pemuda. Dia ditinju, kepala ditendang, dicekik dan bahkan diinjak-injak tanpa bisa melakukan perlawanan