Gubernur Sulsel Programkan Budidaya Pisang, Ehh…! Warga Desa Anrang Menanam Pisang di Jalan Rusak

Bulukumba, Beranda.News- Gubernur Sulawesi Selatan telah meluncurkan program budidaya pisang, namun di Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba warga menanam pisang di jalan rusak setelah usulan perencanaan jalan poros Bontomanai-Kindang ditolak untuk pekerjaan tahun 2024 ini

Meskipun program gubernur hanya memfokuskan pada budidaya pisang di kebun, warga melakukan tindakan ini sebagai protes terhadap ketidakperhatian pemerintah terhadap kondisi jalan yang rusak bertahun-tahun.

Ilham, seorang warga Desa Anrang, menggambarkan penanaman pisang di jalan sebagai simbol ketidakpedulian pemerintah terhadap jalan yang rusak seperti kebun yang puluhan tahun tidak pernah mendapat perhatian

“Kalau jalanan rusak, berlubang itu seperti kebun, sebaiknya memang ditanami pisang, karena tidak cocok untuk dilewati kendaraan, apalagi mobil pejabat penentu kebijakan.katanya

Berikut Pernyataan sikap Warga Desa Anrang:
Kami, yang terlibat dalam aksi ini, adalah pemuda dan masyarakat Desa Anrang. Kami ingin menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

1. Kami melakukan penanaman pohon pisang di ruas jalan rusak, khususnya di Dusun MATTOANGING Desa Anrang.
2. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak pemerintah, baik secara menyeluruh maupun terkhusus pada Bupati Bulukumba, PUPR, dan DPRD Kabupaten.
3. Aksi ini kami lakukan untuk mendorong perbaikan jalan yang selama ini telah diabaikan selama bertahun-tahun.
4. Kami, yang tinggal di kawasan jalan rusak ini, tidak ingin lagi menjadi korban janji-janji politik di setiap pemilihan, baik itu pemilihan Pemerintah setempat, Bupati, DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, maupun DPR RI..

Sementara itu, Warga Desa Tamaona, Pung Saso, mempertanyakan mengenai perencanaan pekerjaan di Kabupaten Bulukumba yang menurutnya kurang matang. Ia menyebutkan bahwa ruas jalan Bontomanai-Kindang selalu dimasukkan dalam perencanaan namun selalu ditolak.

“Sebenarnya saya ingin bertanya mengenai sistem perencanaan pembangunan pemerintah ini. Apakah pekerjaan itu tidak melalui perencanaan yang matang? Contohnya, ruas jalan Bontomanai-Kindang dimasukkan dalam perencanaan namun tidak disetujui. Kemudian, ada informasi bahwa lokasi pekerjaan dipindahkan. Pertanyaannya, apakah lokasi yang dipindahkan tersebut termasuk dalam usulan perencanaan dan prioritas?” tegas Pung Saso.

Berita sebelumnya,
Pembangunan ruas jalan dari Bontomanai hingga Kindang kemungkinan tidak dapat dilaksanakan, meskipun telah menjadi prioritas pembangunan bagi pemerintah kabupaten Bulukumba untuk tahun 2024 ini.

Pembangunan jalan tersebut diusulkan oleh PUPR Kabupaten Bulukumba dalam Anggaran Alokasi Khusus (DAK) tahap pertama tahun 2024, namun Kepala Bidang Bina Marga PU Bulukumba, Zain, menyatakan bahwa usulan tersebut tidak disetujui.

“Kami telah mengusulkan ruas jalan Bontomanai-Kindang dalam tahap pertama DAK, tetapi tidak lolos. Ruas jalan yang disetujui di kecamatan Rilau Ale adalah Bontomanai-Seppang-Palampang-Palangisang,” kata Kabid Zain kepada media ini pada Selasa, 2 April 2024.

Dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan kembali ruas jalan tersebut dalam dana Inpres tahun 2024, dan sementara menunggu pengumuman tahap 2.

“Sekarang, kami mengusulkan kembali ruas jalan Bontomanai-Kindang dalam dana Inpres (APBN), semoga bisa disetujui pada Tahap 2 ini,” katanya.

Padahal, ruas jalan tersebut menjadi harapan bagi warga Desa Bulu Lohe-Anrang, Tamaona, dan Kindang untuk diperbaiki tahun ini karena sudah rusak puluhan tahun. Jalan ini dapat meningkatkan perekonomian warga dan memperlancar akses ke pariwisata di Desa Kahayya.

Jalan ini juga pernah disinggung dalam rapat Musrenbang tingkat kecamatan Kindang, dihadiri oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, bahwa jalan tersebut akan dikerjakan tahun 2024 ini.