Warga Keluhkan Bau Busuk Bekas Air Ikan di Pasar Bontonyeleng, Kades Warning Dinas Perdagangan

BULUKUMBA,BERANDA.News – Pasca Renovasi pasar Tradisional Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Bulukumba Waktu lalu, Memunculkan Bau Busuk.

Hal tersebut mulai dikeluhkan warga sekitar pasar 2 pekan terkahir ini

Diketahui Bau busuk itu berasal dari bekas limbah air cuci ikan dan daging ayam pedagang.

Kondisi itu disebabkan kurangnya suplai air kepasar, sehingga air bekas cucian ikan dan daging ayam tak mengalir (Mengendap), hingga mengeluarkan bau busuk menyengat dan mulai di datangi lalat besar

Seperti yang di katakan salah satu warga Muliadi kepada awak media ini ” Sudah dua pekan ini kita kenyang cium aroma busuk dari pasar. Itu karna saluran pembuangan air limbah bekas cucian ikan tidak mengalir, katanya Kamis (18/3/21).

Ia mengaku, Bau Busuk itu sangat mengganggu dan mengurangi selera makan. Jika hal tersebut di biarkan dan tidak ada tindakan pemerintah, itu akan memunculkan penyakit.

Sementara itu, Kepala Desa Bontonyeleng, A.Baso Mauragawali yang dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut.

“Benar itu dinda, warga sekitar pasar sudah melaporkan itu, mereka protes dan mengeluh dengan adanya bau busuk dipasar.

Iapun menjelaskan, adanya bau busuk karena tidak adanya suplai air, sehingga bekas air ikan Tidak mengalir disaluran.

Padahal, kata mantang Anggota dewan itu, pasar tersebut memiliki sumur Bor, namun tidak berfungsi, kendalanya voucher listrik kilometer tidak terisi.Ujarnya

Dengan kondisi memprihatinkan itu, opu sapaan Mauragawali mengatakan tidak bisa apa apa. Kecuali kordinasikan ke Dinas Perdagangan atas keluhan warganya, Sebab pasar tersebut wewenang kabupaten bukan Desa.

“Saya sudah koordinasikan ini dengan Dinas perdagangan, sebab itu pasar wewenang Kabupaten. Tapi belum ada tindakan.

Kendati demikian, Opu memberikan warning kepada Dinas Perdagangan, jika tidak mampu mencarikan solusi atas keluhan warganya, ia meminta Pengelolaan pasar Bontonyeleng lebih baik dilimpahkan kembali ke pemerintah Desa.

“Saya mau minta Ke Dinas Perdagangan, kalau tidak mampu urus pasar Bontonyeleng lebih baik Pemdes yang kelola, nanti tinggal saya anggarkan di Dana Desa. Cetusnya

Selain itu, Opu mengaku, pendapatan daerah dari Pasar Bontonyeleng besar di banding pasar yang lain.

“Besar ini pendapat Daerah dari pasar Bontonyeleng, baik dari karcis ke pedagang dan Retribusi parkiran. Jika desa yang kelola pasti sangat menunjang PAD dan penganggaran tidak susah kalu desa yang kelola.Tutupnya (Dirman)

 

 

 

 

 

 

Loading